A TEXT POST

2012

2012. Belum berakhir. Itu artinya masih banyak yang perlu diperjuangkan di tahun ini! *hihi, rapenting :D

Setelah akhirnya saya berhasil menyelesaikan mata kuliah kerja praktek yang cukup menguras tenaga dan pikiran pada awal tahun 2012 ini, hati dan pikiran saya mulai berkecamuk, ini berarti musti ambil sks buat TA ya? Hmm, rasa-rasanya waktu berjalan cepat sekali. Awal tahun itu, saya dihadapkan pada dua pilihan, mau magang lagi di tempat kerja praktek tersebut atau mau lanjut TA? Dan pilihan saya jatuh pada berwirausaha. :D

Sebenarnya bisnis online sudah saya tekuni semenjak awal kuliah, lumayan lah untuk uang saku tambahan. Tapi, kali ini saya pengen punya toko, dengan dagangan  yang lebih beraneka ragam, dan ikutan mejeng di bazar bazar gitu tuh.. :D Merangkul dua orang sahabat saya, yang kebetulan punya passion yang sama juga, rencana ini akhirnya terwujud pada April 2012 lalu. Kami mulai bikin logo untuk toko, bikin kartu nama, banner, etc etc dan tentunya kami sudah mulai giat ikutan bazar untuk mengenalkan produk yang kami jual. Untuk urusan toko, sementara kami memanfaatkan garasi rumah yang kebetulan kosong.

Pertengahan April, saya diingatkan oleh sahabat saya, intinya, jangan keasyikan cari duit, itu sekolah belum selesai. Kemudian saya mulai memutar otak saya kembali, yaini berarti musti mikirin TA! Dan alhamdulillah, saya sudah seminar proposal pada 14 Juni kemarin.

Oya, selama enam bulan terakhir, saya juga mencoba peruntungan cari beasiswa LN, ini sih sebenernya kepinginan si ibu. Dan pilihan saya jatuh pada monbusho. Monbusho, pilih yang buat research student atau undergraduate? Bingung lagi nih.. Awalnya saya mau coba yang research student, tapi setelah liat field study undergraduate yang beraneka ragam, saya akhirnya memilih undergraduate. *hehe, masih ngarep kedokteran* Setelah dilihat-lihat, nilai saya cuma cukup untuk syarat mendaftar College of Technology (D3) dan Professional Training College (D2). Yanasib, setelah dilihat lagi, yang D3 ujiannya ada fisika/kimia tergantung jurusan yang dipilih. Karena sedikit alergi dengan yang namanya KIMIA, akhirnya saya pilih D2, dan Thank God, pilihan jurusannya lebih beraneka ragam dan tentunya tes tertulis yang diujikan hanya bahasa Inggris dan Matematika. Bulan Mei, ketika pendaftaran dibuka, langsung saya kirim via pos semua dokumen yang menjadi persyaratan seleksi. Sambil komat-kamit baca doa, ‘ya Allah, jika memang ada jalan buatku ke Jepang, maka mudahkanlah’. 

Ini sebenarnya bukan kali pertama daftar monbusho. Ini kali ke dua, setelah sebelumnya daftar D3 tapi baru seleksi dokumen sudah ditolak! :P Kali ini saya mendaftar via kedubes Jakarta, bukan via konjen Surabaya seperti tahun sebelumnya. *nurutin saran kakak tingkat*

Sambil nunggu pengumuman, saya mulai mengerjakan TA saya, yang harus selesai agustus akhir nanti! Ya, Dosen Pembimbing saya mau sekolah lagi ceritanya. 

Pas bulan Juli, saya harus berhenti konsen ke TA sebentar. Alesannya:

  • Mau ada manten sepupu di Jakarta.
  • Kakak perempuanku mau nikah, dan mau gak mau saya juga ikut rempong ngurus ini itu. :p
  • Masalah keluarga *klo ini diceritain bisa menye-menye dan panjang banget*

Tanggal 5 Juli akhirnya terbang ke Jakarta, manten sepupu, dan sekalian rapat nikahan kakakku yang rencananya digelar september nanti. Di Jakarta isinya cuma makan, jalan-jalan, tidur, pokoknya gak mikirin TA. Sampe akhirnya keinget kalo tanggal 9 itu pengumuman monbusho. Sebelumnya saya sempet search di twitter dengan keyword ‘monbusho’ *agak kepo juga* soalnya henpun cuma bisa buat twitteran dan gak bisa liat pengumuman yang filenya bentuk .pdf! Di twitter sih, pada curhat gak lolos, wah jadi gundah gulana nih. Yang muda-muda aja pada gak lolos, apalagi sini yang lulusan 2008 yang harusnya daftar research student ya? :p

Sore itu, masih tanggal 9 Juli, Gustin, sahabat saya (dari SMP-sekarang) yang kebetulan kuliah di UI, dateng ke rumah kalibata, dan dia bawa leptop+modem, akhirnya rasa penasaranku akan pengumuman monbusho terbalas sudah. Dan TADAAAA! Diriku lolos seleksi dokumen monbusho! Alhamdulillah.. Saya harus ikut tes tertulis 17 Juli 2012, sekitar jam 1 siang, di Pusat Studi Jepang, kampus UI Depok.

Setelah ijin ibu, akhirnya dapet ijin juga walaupun ibu sempet tanya, “lha terus studimu di UNS gimana?” Saya harus menjelaskan ke ibu step-step untuk lolos beasiswa ini, dan tentunya meyakinkan ibu kalau TA saya harus tetep selesai agustus 2012!

HUUUH HAAAAH! Dengan restu ibu dan bapak, dan komat-kamit doa, ‘ya Allah, jika memang ada jalan buatku ke Jepang, maka mudahkanlah’, akhirnya saya berangkat ke jakarta lagi tanggal 14. Kenapa tanggal 14? Soalnya biar bisa jalan-jalan dulu, eheheheh :D

Tanggal 17, tes dimulai. Hmm, tes seleksinya bener-bener tertib! Mau masuk ruangan aja harus baris rapi dulu. Ini mungkin mencontoh yang di Jepang ya, bener-bener disiplin. Masuk ruang auditorium, pihak kedubes langsung mengarahkan agar yang diisi bangku bagian depan terlebih dahulu, bla bla bla, intinya, TERTIB BANGET! Dibandingin sama SPMB ya JAUH BANGET! :p

Tes untuk bahasa Inggris 60 menit, Matematika juga 60 menit. Soalnya sebenernya tidak terlalu susah menurut saya, hanya waktunya memang kurang banget! Setelah selesai, banyak yang bilang kalo matematikanya susah bla bla bla.. Saya cuma senyum-senyum aja dengernya, eheheheh.. Usaha sudah, tinggal doa. Bismillah!

5 Agustus 2012, ternyata sudah pengumuman aja ini monbusho, dan ternyata saya tidak termasuk ke dalam daftar yang lolos seleksi, yang artinya saya gagal ke Jakarta buat ikut tes wawancara. Agak sedih sih, tapi perjuangan belum berakhir, saya masih bisa mencoba research student tahun depan, dengan syarat ya harus segera lulus tahun 2012 ini! Les Bahasa Jepang lagi juga oleh lah! :D

Doa ini, ‘ya Allah, jika memang ada jalan buatku ke Jepang, maka mudahkanlah’tetep jadi doa favorit! Dan tentunya 'ya Allah, bimbinglah aku, agar senantiasa dalam lindungan-Mu dan tidak termasuk ke dalam orang-orang yang lalai..' 

Aaaamin! :D

ばんざい !

A TEXT POST

Belajar dari Kreativitas dan Inovasi Belanda

Macet di kota-kota besar, penanganan bencana yang kurang cepat, masalah penghematan energi adalah beberapa topik yang akhir-akhir ini sedang ‘trending’ di Indonesia. Daripada bosan menyimak topik tanpa solusi yang menarik, yuk kita belajar dari inovasi Belanda. Mengapa Belanda? Belanda, negara yang terkenal dengan kincir angin dan bunga tulip-nya ini ternyata mempunyai beberapa inovasi yang cukup unik.

Dua diantaranya adalah mobil terbang dan vibration energy. Kedua inovasi ini patut menjadi referensi untuk masalah yang lagi ‘hits’ yang saya sebutkan di awal paragraf tadi.

Mobil Terbang. Spark dan Pal-V Europe NV sebentar lagi akan berhasil mewujudkan mimpi-mimpi akan adanya mobil terbang di dunia ini. Pal-V, mobil terbang ciptaan Spark dan Pal-V Europe NV ini merupakan kendaraan yang dapat dikemudikan baik di jalan maupun di udara. Kendaraan ini juga dapat berubah dengan mudah dan cepat dari mode drive ke mode terang (fly). Bersama 25 desainer serta kreator yang berpengalaman, dipimpin oleh Robert Barnhoorn, MSc dan Maarten Wilming MSc, Spark membuat sebuah prototype PAL-V yang dapat dikemudikan di jalan maupun udara yang saat ini sedang diuji secara berkala. Kendaraan ini didesain hanya memiliki roda tiga dengan maksud agar pengendara dapat memiringkan motor semudah mengendarai sepeda motor, namun seaman dan senyaman menngendarai mobil. Tidak hanya itu, PAL-V ternyata memenuhi persyaratan sertifikasi yang paling ketat dari RDW en ILT (formerly IVW), kendaraan menggunakan atmosfer yang lebih rendah (di bawah 1200 meter), di bawah jalur penerbangan sibuk, dapat diterbangkan dalam kondisi VFR.

Selain bentuknya yang mungil, mobil terbang ini juga dilengkapi sistem kontrol rotor untuk melipat sayap dan baling-baling. Mobil terbang ini sangat cocok untuk digunakan sebagai kendaraan ambulans, polisi, tim sar, orang-orang bisnis dan tentunya sangat cocok untuk digunakan di daerah dengan infrastruktur transportasi yang kurang memadai. Yang terpenting adalah terhindar dari kemacetan dan dapat mencapai daerah yang jauh dalam waktu yang singkat. Hmmm, bayangkan saja bila mobil terbang ini ada di Indonesia, penanganan bencana pasti akan lebih baik.

Inovasi yang kedua adalah vibration energy, getaran dari kendaraan yang dapat diubah menjadi energi, dengan bantuan material piezoelectric. Materi ini nantinya digunakan pada permukaan jalan raya. Jadi nantinya, jumlah kendaraan yang lewat dan jumlah elemen piezo di jalan sangat mempengaruhi jumlah energi yang dihasilkan. Ilmuwan-ilmuwan Belanda ini juga tidak tanggung-tanggung lho mengembangkan penelitian mereka, kedepannya mereka akan memasang material piezo ini tidak hanya di bawah jembatan dan viaduct, namun juga di bawah lempengan jalan beton, polisi tidur, di samping jalur kereta api ataupun di saluran air drainase. Kebayang kan, jika teknologi ini dikembangkan di Indonesia, produksi energi di Indonesia akan semakin berkembang.

Hebat kan inovasi dari Belanda? Semoga inovasi-inovasi kreatif dari Belanda tersebut dapat memotivasi kita, rakyat Indonesia untuk lebih kreatif menciptakan inovasi baru ya!

A PHOTO

36/365

A PHOTO

staff:

While browsing the Dashboard, in addition to clicking J and K to jump to the next and previous posts, you can now click L to like the current post!

Reblogged from Tumblr Staff
A PHOTO

7/365

A VIDEO

TATTOOS

A VIDEO

sandrinarin:

Sunday, August 28, 2011

It’s been five years, girls!

Reblogged from Dinner at Tifanny's
A PHOTO

Bapak nyobain seragam manten (topi adat doang)

A QUOTE

Ini yang bikin gue jomblo, gue g mau kek mas & mbak gue.

A QUOTE

If you find somebody you can love, you can’t let that get away.